Road to Rinjani 3726masl – Part 1

Group #kawanleyehleyeh
Group #kawanleyehleyeh

D-Day

26 June 2018

Alhamdulillah anak-anak semangat bangun, mereka excited banget. Padahal kita kudu berangkat dari rumah sebelum Shubuh karena jam 3.30-4.00 pagi sudah harus tiba di Halim. Mepo nya langsung di airport dan setelah sholat Shubuh kita boarding. Alhamdulillah ngga ada delay, tepat 5.45am kita take off, sampai di Lombok Praya jam 9pagi waktu setempat.

Group kita dewasa 8pax dan anak & remaja 8pax total 16pax. Rania yang terkecil di team ada teman perempuannya, Lintang 3thn lebih tua dr Rania. Lintang ini malah udah duluan ke Rinjani tahun lalu. Cuman ga sampai ke puncak, karena kelelahan dan ngantuk.

Kita dijemput pakai minibus oleh guide kami yg nyentrik, namanya Bang Fadjri, rambutnya gimbal 😁 17orang masuk ke dalam minibus berikut carrier2 segede gaban. Oh ya menuju parkiran kita ga bisa pakai trolley, entah kenapa. Jadilah kita gotong carrier masing2. Untungnya ga terlalu jauh. Baiklah..itung-itung pemanasan….padahal nanti nanjak juga pakai porter…hihihihi… πŸ™‚

Karena masih pagi, kita sarapan dulu, isi amunisi termasuk bela beli perlengkapan yang masih kurang, ada yang beli minyak goreng, spaghetti instan, gas u kompor, dll. Kita sarapan di Nasi Balap Puyung. Nasi dan ayam dengan sambal yang mantabh :). Ayamnya imut-imut banget jadi pada nambah ayam.. hihihi..

Hari pertama memang agendanya santai. Setelah kita sarapan dan belanja belanji buat tambahan logistik, kita lanjut perjalanan menuju utara ke Sembalun. Yang konon menjadi jalur yang lazim dilalui untuk menuju puncak Rinjani.

Ada jalur lain yaitu via Senaru dan Torean. Jalur paling pendek itu Torean sebenarnya namun jalurnya ekstrim. Terjal bebatuan. Sementara Senaru jalurnya lewat hutan. Jalur Sembalun relatif landai tapi memang makan waktu, makanya kita rencana potong kompas dari basecamp langsung pos 2 pakai jasa ojek. Untuk menghemat tenaga. Karena dari basecamp sampai pos 2 itu cukup jauh dan panas, tapi dimanjakan oleh hamparan savana sepanjang mata memandang. Jika kita menengok ke belakang tampak warnai warni petak perkebunan masyarakat Sembalun.

Pusuk Sembalun dari kejauhan

Jalur menuju Sembalun juga indah sekali dan semakin mendekati Sembalun kita lebih takjub lagi, seolah olah kita di negeri antah berantah, Masya Allah, serasa seperti di Jurassic World. Punggung punggung pegunungan berbaris seolah-seolah seperti punggung-punggung dinosaurus yang sedang berbaris rapi.

Kami pun singgah di wisata Pusuk Sembalun. Masya Allah….mungkin saya norak kali ya..tapi bibir ini terus menerus bergetar mengucap takbir lirih…. klo keras-keras nanti disangka Azan πŸ˜€

Punggung Dinosaurus

Punggung Dinosaurus

Pusuk Sembalun

Udara nya sejuk segar terasa banget bersihnya. Setelah sejenak puas foto-foto, kita lanjutkan perjalanan menuju homestay.

Entah bagaimana kondisi homestay nya sekarang. Semoga ibu dan bapak pemiliknya sehat2 dan dalam kondisi yang baik. Tempatnya Alhamdulillah di luar dugaan, bersih dan cukup nyaman. Kalau menengok ke belakang kamar, barisan dinousaurus kembali terlihat.

View dari homestay di waktu senja

View dari homestay di waktu senja

Begitu sampai di homestay kita sudah disambut dengan makan siang. Lahap deh semua. Udara nya dingin…gimana nanti di atas ya 😁 Mau mandi aja Brrrrr…..dingin banget airnya… πŸ€—

Mulai re packing…bongkar bongkar dan pisahin barang yang akan ditinggal dan nantinya koper. Duh ga kelar kelar ini…ga kerasa dah sore…πŸ™ˆ Aturan porternya max 17kg per carrier, waktu dari rumah sih udah ditimbang semua satu-satu. Tapi porter-porter itu ga pake timbangan…pakai feeling mereka… 🀣🀣

Kelar re packing kita istirahat…secara packing 4 kepala. Ini pun repacking kesekian kali setelah di rumah bolak balik bongkar packing sendirian. Alhamdulillah di sini barengan sama paksu. 2 carrier dipisahkan menurut hari supaya ga banyak bongkar2. 1 duffle bag isi perlengkapan di dalam tenda, sepeti alas aluminium foil, kasur angin lipat…sleeping bag…itu aja lumayan makan tempat…soalnya 4biji setiap item..πŸ™ˆ
Duh padahal sebelumnya udah diinget-inget bahkan dicatet…setiap item dan letaknya di carrier yg mana berikut posisi nya 😁

Penyakit emang…saking rapihnya naro barang…begitu dibutuhkan lupa naro nya di mana… 🀣🀣

Next ya…. misteri barang di dalam tenda 😁

Selain itu rechek 4 daypack yang disiapkan untuk masing-masing, saya, paksu, Rayyan & Rania. Cek n refill snack.

Mengingat nanti kita bisa terpisah – pisah di track, semua harus punya persediaan masing-masing

Isi daypack untuk tracking a.l :

– 1 tumbler air

– 1 kantong snack (permen, jelly inaco, wafer, coklat batang, coki2, bolu, tergantung kesukaan anak)

– 1 headlamp

– 1 raincut waterproof hiking jaket & cover pants

– 1 kaos ganti

– P3K (saya yang bawa)

– Multitool (paksu yang bawa, saya bawa yang kecil)

– tambahan senter tangan (saya dan paksu yang bawa)

– kantong plastik untuk sampah atau baju basah.

– raincover u daypack

– gelang survival kit yang digantung di daypack (ada pisau, pemantik api, peluit & tali)

Semua masing-masing pakai kalung peluit (untuk jaga-jaga kalau tertinggal jauh dari rombongan dan untuk SOS), topi, buff, kacamata, jaket, dan tracking pole.

Saya sendiri ada tas selempang tambahan untuk camera dan baterainya, dompet, hp, power bank juga permen asem. Dan 1 solar power bank yang digantung di daypack.

Bismillah…semoga perjalanan esok hari lancar dan semua sehat. Aaaamiiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s