Bukit Sikunir

Liburan dadakan…..

Itinerary hari kedua padat dengan agenda menanjak. Jam 1.30 dinihari anak-anak sudah pada semangat bangun. Rapi-rapi persiapan, jam 2.00 kita berangkat. Hebat banget deh mereka waktu nya pas banget dengan jadwal.

Di perjalanan kita lanjut istirahat lumayan 1.5-2jam. Jam 4kurang kita sampai basecamp untuk start naik ke bukit sikunir.

Kita istirahat sebentar di warung sambil menunggu waktu sholat, kita minum teh hangat. Hati-hati terkadang sepertinya teh nya sudah hangat, padahal belum. Tidak jarang yang begitu turun baru terada lidahnya melepuh.

Pemandu kita mas Ochyt mulai briefing. Apa-apa yang perlu dilakukan saat kita terpisah. Hmmm….aga deg-degan rasanya karena kita bawa anak-anak usia 7, 9 dan 11 tahun. Sambil berdua dalam hati semoga semuanya tetap berkumpul sampai kembali turun.

DSC07567_1_wmDSC07566_wmDSC07570_1-01_wmDSC07572-01_wm

Sebelum adzan Shubuh, kita sudah duduk di musholla supaya sesaat setelah adzan kita bisa langsung sholat. Kita pun tayammum di situ. Dengan pertimbangan gear yang kami pakai kurang memungkinkan untuk berwudlu hingga kami memutuskan untuk tayammum.

Kamipun berdoa sebelum start. Anak2 semangat sekali dengan tongkat dan senter di tangan masing-masing. 10menit pertama masih ok. Selanjutnya oxygen seperti berebutan dengkul mulai gemetaran. Ini untuk saya dan kakak ipar. Sementara anak-anak jalannya cepat sekali. Sesekali mas Ochyt menginstruksikan untuk istirahat. Sepertinya dia dengar suara napas saya dan kakak ipar.

DSC07581-01

Masya Allah, yang saya khawatirkan anak-anak mengantuk dan kelelahan malah meleset. Justru saya dan kaka ipar yang justru kepayahan. 😊

Jalannya gelap tapi rapi, beberapa meter di awal jalannya berupa paving block, setelahnya  jalan setapak berbatu. Tidak Ada jalan lain, jadi sebenarnya tidak akan nyasar. Namun karena jalannya menanjak dan terkadang licin itulah yang membuat kami perlahan lahan berjalannya. Sementara anak-anak karena pegang tongkat jalannya lebih stabil. Saran saya tongkat ini sangat membantu. Beruntung anak-anak meminta dibelikan tongkat hiking sebelum berangkat. Juga sepatu trekking lebih recommended supaya pijakan kita lebih stabil.

DSC07863-01_wm

Akhirnya sampai juga kami di pos pertama setelah kurang lebih 30menit. Cuaca masih berkabut. Mas Ochyt mengatakan kita lihat kondisi cuaca dulu.  Jika mulai terang, kita manfaatkan moment itu di sini lalu nanti kita naik ke pos 2 dan 3. Tapi kalau masih berkabut tebal kita stay di sini. Karena percuma ga akan kelihatan apa-apa.

Istirahatlah kami di sini, duduk-duduk di batu. Anak-anak mulai menagih janji untuk makan pop mie.  Kami membuka perbekalan. Menyeduh pop mie dengan air panas yang sengaja kami bawa di thermos-thermos kecil. Sambil foto-foto menanti kondisi cuaca.

20180414_052342-01

Processed with VSCO with f2 presetProcessed with VSCO with c1 preset

DSC07596-01DSC07607-0120180414_052400-01_wm

Lalu kabut pun berangsur-angsur turun, sinar sunrise pun mulai terlihat diiringi sorak-sorai orang-orang. Kami pun menggelar alas piknik di spot yang bagus. Menanti munculnya sunrise dan 7 gunung yang bisa terlihat indah saat kabutnya turun. Sambil lagi-lagi membuka perbekalan kami yaitu pop mie (lagi) 😁

DSC07633-01_wmDSC07632-01_wm

DSC07731-01_wmDSC07695-01_wmDSC07722-01-01

Tapi ternyata Allah berkehendak lain…kabut pun datang lagi. Ya begitulah hidup. Anak-anak jadi bisa mengerti bahwa tidak selamanya apa yang kita inginkan bisa didapat meskipun setelah perjuangan berat. Namun apapun hasilnya kita masih bisa menikmati apapun yang Allah berikan koq. Seperti kabut ini…indah dan jarang-jarang bisa kita nikmati.

DSC07821-01-01_wmDSC07833-01_wmDSC07652-01-01_wmDSC07659-01-01_wmDSC07790-01-01

Kurang lebih 1jam kita di atas, setelah puas menikmati keindahan alam ciptaan Ilahi, akhirnya kita turun. Anak-anak masih saja semangat dan bertenaga. Lagi-lagi duo mamak ketinggalan jauh. 😁

Alhamdulillah sampai juga di bawah, lelah terobati dengan teh manis hangat dan tempe mendoan. Yummy…

Kami pun berbincang-bincang dengan anak-anak. Komentar mereka pengen lagi…pengen liat sunrise. Ga ada yang kapok loh bangun dinihari, naik gelap-gelap. Semua happy. Alhamdulillah…. enak naik gunung itu kata mereka …ok lah… siap next trip yaaa…👍😊

DSC07850-01-01_wmDSC07968-01_wmDSC07965-01_wm

Setelah istirahat sebentar sambil ngeteh hangat nyemil mendoan dan ngindomie di warung, kita lanjut menuju batu pandang ratapan angin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s