Healing Innerchild Within -Part 2 – Parenting Workshop

Skema emosi adalah respon yang berpola….

Proses inti dari skema emosi adanya
Fisiologi spt jantung berdebar, keringat dingin, badan bergetar
Ekspressi
Kognitif atau label dalam bentuk pikiran, sadar tapi tidak bisa kontrol
Memory masa lalu
Reflex

Emosi2 ini juga ada jenis2nya :
1. Emosi dasar dan adaptive
tidak dipelajari, dan merupakan tanggapan langsung (spontan)
Ada kejadian menimbulkan emosi dasar dan kita bertindak spontan
2. Emosi dasar maladaptive
Di sini ada peran masa lalu yg mengaktifkan skema menimbulkan emosi dasar dan reaksi/tindakan berikutnya berdasarkan apa yg didapat dr memory masa lalu
3. Emosi reaksi sekunder
Emosi adaptive atas reaksi thdp emosi dasar
Ada kejadian menyedihkan, timbul emosi dasar nya sedih, namun stlh itu timbul emosi reaksi sekunder marwg dan tindakan nya malah merusak diri atau menyerang orang lain

4. Emosi instrumental
Emosi sengaja dimunculkan untuk memberikan efek
Anak kecil yg ingin mainan…dia ingin mendapatkan mainan hingga sengaja memunculkan emosi sedih dengan menangis.

Trauma
Apakah kita mengalami trauma?
Trauma merupakan respon emosi saat adanya peristiwa negatif yg berlebihan bisa dialami sendiri ataupun menyaksikan orang lain mengalaminya. Jadi tidak mesti harus terjadi pd diri sendiri.
Melihat kecelakaan di depan mata misalnya….kita tidak megalami tapi menyaksikan secara langsung.

Gejala trauma
Pada Tubuh
– Ingatan tubuh dan kembali mengalami dan mengindrai
– Sukar tidur termasuk mimpi buruk
– Keluhan fisik (psikosomasis)
– Sakit kepala
– Muntah
– Nyeri lambung
– Nyeri otot
– Keluhan pencernaan
– Kelelahan fisik

Pada Pikiran
– perhatian
– konsenstrasi
– bingung
– ingatan

Geneologi Kekerasan
Suka atau tidak suka, disadari atau tidak, kita pernah mengalami kekerasan baik fisik psikis maupun verbal dari orangtua kakek nenek. Masalahnya seberapa besar impact nya disadari atau pun yg tidak disadari.

Di dalam diri kita ada 3 struktur kepribadian
Super Ego (aturan2 yg diterima)
ID (kenikmatan dan menghidarkan rasa sakit)
Ego (Diri)

Saya (Ego) lapar dan ingin makan (ID)
Ada makanan di meja tapi bukan punya saya
Timbul super ego (aturan yg dia pernah dapat)
Option menurut aturan yg didapat :
– Tidak boleh mengambil milik orang lain tanpa izin
=>Kalau punya orang lain, berarti saya harus minta izin dulu
– Tidak pernah diberitahu diajarkan aturan di atas
=> tanpa rasa bersalah dia akan ambil tanpa izin
Ego kemudian bertindak atas aturan2 tsb

Kejadian extrim spt emon itu terjadi krn anak2 tsb tidak pernah diajarkan untuk tidak boleh ada satupun orang yg membukakan celana, dan memegang alat kelamin mrk.
Sehingga pd saat kejadian mereka tidak mengerti dan membolehkan hal ini terjadi.
Jadi penting sekali aturan ditanamkan untuk si super ego ini.

Ego State ada macamnya
Ego state parent (sikap tindakan pikiran perasaan yg diambil dari orantua atau figur orangtua
Ego state adult
Sikap tindakan pikiran perasaan yg merupakan tanggapan langsung thdp kenyataan saat ini
Ego state child
Sikap tindakan pikiran dan perasaan yang merupakan perwujudan dari masa anak2 atau keputusan anak2

Type & Fungsi Ego State

1. Critical Parent (CP)
Moralistik
Menuduh
Otoriter

2. Nurturing Parent (NP)
Meyakinkan
Peduli
Menyemangati
Mendukung
Memahami

3. Rebellious Child
Menyimpang
Melawan
Mengeluh

4. Adult
Tidak menuduh
Terbuka
Berminat
PD
Mengacu kpd kenyataan

5. Adapted child
Penurut
Pasif

6. Free Child
Rasa ingin tahu
Spontan
Energik
Ceria

Untuk mengenal ego state bisa dilihat dari
– kata2 yg digunakan
– nada
– gestur
– expresi wajah

Dan kesemuanya harus sinkron. Kalau bilang sayang tapi mukanya melengos ya berarti tidak benar kata sayangnya…krn harus didukung dg gesture dan expressi wajah. Sehingga masuk ke dalam feel orang yg dituju.

Dan feel itu bias…harus dikomunikasikan.
Ego state yg paling buruk dari dlm diri kita akan muncul pd saat kondisi kita lelah atau lowbat… kalau tidak dikomunikasikan dg baik…inilah sumber keributan dan kekecewaan. Semua saling berasumsi…
Komunikasikan….sampaikan…tanyakan…
Spt kalau saya sedang cape saya akan spt ini…..
maunya spt bla bla bla bla….
Pernah tidak dikomunikasikan seisi rumah or at least sama pasangan :
kalau saya cape low bat,
– fisik : gesture tubuh saya akan spt ini….
– feel :  Yg saya rasakan adalah…..
– need : apa yg saya perlukan….
– expektasi : saya mau orang lain bla bla bla

Seringkali satu sama lain hanya berasumsi….
Dan harus di role play kan….sampai feel nya yg diinginkan dapat.

Contoh nya
Kalau saya pulang kerja, saya akan duduk sebentar di sofa, saya merasa lelah, saya perlu istirahat sebentar dg tenang kl 10menit (waktu dikonkritkan) dan saya mau sendiri dan tidak ada keributan.
Dari narative nya sudah jelas. Hanya dr feel belum dapat. Definisi sendiri? Apakah memang betul hanya mau sendiri?

Dicoba saja di role playkan dg pasangan nya spy feel nya dapat
1. Didiamkan sendiri. Apa rasanya?
2. Didekati duduk di sblhnya tanpa bicara tanpa gerakan. Apa yg dirasakan?
3. Didekati duduk di sblhnya tanpa bicara dan memegang bahu kanan. Apa rasanya?
4. Didekati berdiri di belakangnya tanpa suara dan memegang keuda bahunya. Apa rasanya?
5. Dst dst
Sampai didapat feel yg paling nyaman.
Pd saat nyaman dan mendapatkan apa yg dimau ini SELF WORTH mrk akan hadir. Dan bisa merecharge kembali baterainya.

Dg catatan role play dan diskusi mengenai ego state dilakukan saat keduanya dalam keadaan waras. Tidak dlm kondisi lowbat. Sehingga didapat feel yg diinginkan.

Contoh u SELFWORTH dan feel
Bayi sdg bermain
Opt 1
Main sendiri
Opt 2
Main ditemani ayah saja
Opt 3.
Main ditemani ibu saja
Opt 4.
Main ditemani ayah n ibu saja
Opt 5.
Tiba2 ayah n ibu mendapat telp dan dg sgra menjawab telp dan pergi begitu saja
Opt 6.
Tiba2 ayah n ibu mendapat telp dan berpamitan dg si bayi krn harus terima telp bayi dan berjanji akan bermain lagi stlh terima telp.
Pilih feel yg paling nyaman…dan untuk sebuah interupsi sptnya no 6 di situlah bayi akan mendapatkan SELFWORTH nya….hingga ia tidak masalah ditinggal sendiri dia tahu ayah/ibunya akan kembali stlh selesai telp. Dan tepati.
Sekali tidak ditepati kenyamanannya akan hilang dan hilang pula SOLFWORTHnya.
Bisa jadi lain kali akan ditinggal dia akan rewel.

Skenario ego state ini juga dibicarakan dg anak2….
Mrk klo low bat akan spt apa….detail mencakup 4 aspek tadi
Gesture, Feel, Need dan Expektasi.

Pun mereka diajarkan untuk mengenali orangtua nya masing2…
Juga latih dg skenario2 resiko2 yg akan diterima jika tidak memenuhi 4 aspek tadi thdp orang lain. Sehingga mereka tidak terlalu kaget menerima reaksi org lain.

Contoh case runtuhnya SELFWORTH oleh orgtua dan org lain :
Kita mau bertamu ke rumah teman. Teman tsb punya anak. Kita cari tau dulu kesukaan anak tsb dari teman kita. Ikutilah sedikit spt misalnya dia suka menggambar.
Kasih tau teman kita tsb untuk bicara sama anaknya kalo teman papa/mama si om/tante ini akan datang ke rumah. Dia jago gambar, nanti kamu minta ajarin gambar sama dia.
Skenario kan ke anak…kalau om/tante datang sementara papa/mama lagi di kamar, kamu sambut, persilahkan duduk. Dan kamu boleh bertanya2 dan ngobrol2 sebentar sama dia.
Pd saat kita datang, ajak dia ngobrol dan bantu menggambar….
Anak itu akan hepi menyambut kita dan tdk akan rewel slama kita ada di rumahnya.
Lain cerita klo ayah/ibunya bilang
Nanti teman ayah mau datang, kamu jangan nakal ya…jangan ganggu dia, kamu di kamar saja.
Kedatangan kita untuk anak2 adlh sbg ancaman untuk mrk. Merasa kita itu perebut perhatian orgtua mrk yg mestinya mrk dapatkan.
Mereka merasa tidak diterima, Self worth nya sudah jatuh.

Nah pd saat kita datang pasti akan disambut dg tangisan rewel dan tingkah konyol untuk menarik perhatian orgtuanya. Biasanya respon orangtuanya kesal dan memarahinya tanpa mencari tau sebab dr rewelnya anak. Bahkan malah mencap anak nya dg label2 tertentu.
Ya krn kita tidak mempersiapkan anak spy anak siap dan tahu dg apa yg akan terjadi dgnya….

Spt cerita kang Asep ttg anak2 di luar negri yg akan disuntik. Lupa euy di negara mana nya. Orangtua sebelumnya sdh memberitahu anaknya bahkan dari bayi kalo nanti dia akan disuntik, sakit sedikit tapi itu dilakukan untuk melindungi kesehatan mereka.
Pun dokternya….akan berpamitan minta izin sama anak nya, disuntik dulu ya naaak….sakit sedikit…..ga asal jleb aja….ya spt klo mau nyuntik org dewasa aja. Itu biasanya SELFWORTH anak akan timbul. Ini di kita malahan seringkali menakuti2 anak kita dg suntikan dokter kalau ga nurut atau ga mau makan… 🙈
Pd saat mau disuntik dan anaknya ketakutan…diomelin juga…jadi maunya apa sih orgtua ini? 😆

SELFWORTH bisa jatuh oleh siapa saja…bukan hanya orgtua nya…tapi keluarga lainnya bahkan teman2 kita dan masyarakat lainnya….
Cerita lainnya….
Teman kita baru melahirkan anak kedua.
Jarang kita datang menjenguk pertama kali yg disapa itu kakaknya. Biasanya langsung menuju adiknya dan orgtuanya.
Di situ dia langsung merasa kehadiran adiknya sbg suatu ancaman. Dan dia akan bertingkah dan cemburu thdp adiknya.
Ditambah lagi yg doyan becanda… niatnya godaan kecil spt “Yaaaa nanti kakak ga disayaaang nih” sambil tertawa meledek…
Lawakan lumrah di keluarga indonesia…..dan ini adalah BULLYING!!
Tanpa disadari oleh penggoda SELFWORTH anak akan runtuh dan dia akan membenci adiknya.
BULLYING adalah perampasan SELFWORTH. Mau itu hanya sekedar bercanda pun….

Pd saat dia mengganggu adiknya, kakaknya dicap nakal lah…jahil lah……nah skrg tau knp kakak nya kerap mengganggu adiknya?
Dan ini bukan dari orgtua nya….tapi dr keluarga dan lingkungannya….tapi apa yg terjadi….kakak kerap disalahkan…..pdhal dia hanya mau mengembalikan SELFWORTH nya yg hilang.

Pe er saya banget ini. Dan memang biasa terjadi untuk anak pertama….hiks….

Contoh dr masyarakat…..
Mesjid ada yg steril anak….tidak blh ada anak2….klo ada mereka tdk boleh berlarian dan berisik….padahal fitrahnya anak2 ya bergerak….
Gimana mesjid bisa rame? Pantes aja mesjid banyak yg sepi…anak2 bisa jadi trauma diomelin di mesjid….who knows…
Malah tidak mencontoh rasulullah…ajaran rasulullah diambil setengah2……Rasulullah sangat mencintai dan memaklumi anak2….sebagaimana cerita yg sering kita dengar ttg Hasan dan Husin…cucu rasulullah yg bermain di punggung rasulullah ketika sedang sujud dlm shalatnya. Apa beliau lantas memarahi mereka?

Saya pribadi ingat cerita mami saya, saya kecil dilingkungan kedutaan…..banyak upacara dihadiri oleh mami saya.
Dan beliau suka membawa saya pd saat upacara.
Sekali waktu saya berlari2an di depan inspektur upacara…saat itu usia saya 3thn.
Mami saya panik donk. Tapi ga bisa berbuat apa apa krn sdg upacara. Ketika itu inspektur upacara nya alm. Prof. Dr. Fuad Hasan dan alhamdulillah beliau menyempatkan hadir di acara resepsi pernikahan saya. Alfatihah untuk beliau.
Stlh selesai upacara, mami saya langsung menghampiri beliau meminta maaf atas kelancangan saya yg berlari2 pd saat upacara berlangsung.
Apa jawaban beliau? Tidak apa2, namanya anak kecil, wajar koq. Jangan dilarang2 apalagi dimarahi. Biarkan dia berlari2 dan bergerak ya memang fitrahnya anak2….kalau diam saja itu yg patut dipertanyakan.
Dan itu tetap diingat sama mami, apalagi alm. adalah seorang pendidik. Itu pula yg kerap diceritakan oleh mami kepada saya.
Makanya saya paling ga suka kalo ada orang yg marahin anaknya yg lari2 u tuk duduk diam. Kita ya tugasnya menjaga dan mengingatkan untuk hati2. Ato pertanyaannya….apa kita sendiri yg ga siap dan ga mau cape untuk menjaga mrk selama mrk lari2?

Yah…susah2 gampang emang…..tapi ber empati kpd anak dulu deh…insya Allah lebih mudah…. saya sendiri ya tetap mash struggling… 😆

Setelah mengerti apa itu trauma dan ego state.
Kita diminta buat life line….yaitu kisah masa lalu yg masih sangat kita ingat…dibuat grafik. Ada garis horizontal di tengah….di bawahnya itu peristiwa2 yang menyedihkan, menakutkan.
Di atas garis horizontal untuk peristiwa2 yg menyenangkan, membahagiakan.
Apa yg kita rasakan…..nah di sini kita membolehkan ego state tsb untuk muncul….mengalir…keluarkan….
Mungkin ada penyesalan..kesedihan mendalam….menangislah….kalau mau trriak teriaklah..pun kalau ada rasa mual dan mau kuntah ya muntah saja….kluarkan…seiring keluarnya rasakan dan ikhlaskan bahwa smwa yg dirasakan untuk pergi….
Keluarkan juga dalam bentuk kata2…apa yg ingin diucapkan atas peristiwa saat itu.

Di sini banyak sekali yg teriak2 ngamuk2 marah2…nangis sesunggukan…bahkan ada yg menjerit2..ada yg mengumpat….ada yg ketakutan…..juga ada yg muntah2….

Ya Allah…..pengalaman saya tidak seberapa ternyata……banyak yg lebih berat dari saya….yg masa kecilnya sungguh memilukan.
Dan jika kita lihat secara fisik mereka spt baik2 saja….ternyata sebagian besar dari kita memang rapuh dan banyak membawa memory masa kecil….dan anak kecil yg ada di diri kita tidak pernah kita sapa…..kita rangkul….kita ayomi.

Kita sebenarnya diberikan kemampuan untuk self healing atas peristiwa2 yg terjadi yg menimbulkan luka khususnya.

Setelah itu kita diminta untuk mengidentifakasi ego state apa yg muncul pada saat peristiwa itu.

Semacam latihan untuk mengenali ego state yang muncul dan nantinya diharapkan bisa segera menSWITCH ke ego state yang cocok ketika berhadapan dg individu lain beserta ego state nya.

 

 

SmartSelectImage_2017-07-26-07-44-47SmartSelectImage_2017-07-26-07-48-56

20161225_153523

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s